Wednesday, September 16, 2009

PNPM MD di Rembang Purbalingga

Tulisan ini dipersembahkan sekedar ikut menyambut kehadiran Pak Heru, Wakil Bupati Purbalingga di Aula Kecamatan Rembang Rabu 16 September 2009 pada acara pembinaan Kelompok SPP/UEP PNPM MD Kecamatan Rembang. Pak Heru adalah seorang pribadi santun dan politisi handal yang di masa tuanya ternyata sedang ingin menjadi orang nomor satu di Purbalingga.
Sebenarnya sebagai masyarakat awam di dunia perpolitikan Purbalingga, saya tidak terlalu tertarik pada acara itu. Tidak sekedar saya tidak memiliki hubungan langsung, tetapi betapa tidak nyamannya mengikuti acara yang begitu sangat mendadak, di bulan ramadhan dan saya yakin bermuatan politis !
Akan tetapi dalam hidup kita sering kali harus melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Posisi saya sebagai Ketua TPK Desa Sumampir membuat saya harus hadir dan itu berarti saya harus mencoba untuk menikmati semua itu.
Malam ini sebenarnya saya sedang mencoba berpikir tentang apa yang bisa saya sampaikan pada acara itu. Sesuatu yang bersifat Rembang, sesuatu yang ketika diungkapkan semoga memiliki efek balik pada perbaikan Rembang di kemudian hari.
PNPM sudah sangat membantu Rembang, meskipun hal dan catatan buruk tetap saja menjadi bagian tak terelakkan. Ribuan perempuan telah terangkat hidupnya setelah terfasilitasi dana SPP dan UEP PNPM, Ribuan meter jalan telah "membaik", Ribuan meter saluran irigasi telah mampu mengantarkan air kehidupan kepada sawah-sawah petani. Dan lain sebagainya.
Dan besok Pak Heru datang, dan semoga ada hal baru dan semoga ada yang bermanfaat dan semoga ada hal baru yang bermanfaat. Dan semoga Pak Heru jadi ......?

Monday, August 31, 2009

semoga Purbalingga baik-baik saja

sudah lama negeri ini mengalami penguakan kenyataan pahit secara bersambung. Sesuatu yang dulu tidak pernah atau belum kita sadari, pada saat ini menghantam kita dengan menghadirkan kenyataan betapa begitu banyaknya kebobrokan moral di negeri ini. Sesuatu yang mengiris relung, mengoyak mata hati dan memaksa muka untuk "mrebes mili ".
Kita telah banyak memiliki aturan sebenarnya. Sistem regulasi negara kita sebenarnya sudah cukup meregulasi perilaku kita sebagai warga negara. Warga negara yang patuh hukum, warga negara yang memiliki kecukupan moral untuk menapaki hari-hari.
Hari ini semakin saya sadari bahwa sebagai bagian dari Indonesia, Purbalingga mengandung kemungkinan untuk menjadi salah satu dari ribuan kemungkinan datangnya kenyataan itu. Hari ini semoga kita juga sama-sama menyadari bahwa sebagai bagian, maka sekecil apapun kesalahan bangsa ini maka kita semua memiliki kewajiban untuk bertangggungjawab, dengan memiliki kesepahaman pikir dan aksi untuk bersama memperbaikinya.
Ini menjadi penting tidak sekedar karena betapa tidak patutnya itu terjadi, karena begitu banyaknya kyai dan ustad di negeri ini. Tapi lebih dari itu adalah bahwa apalah artinya "sebuah kebangggaan sekejap" di bandingkan dengan kenyataan pahitnya yang tak lekang oleh waktu.
Semoga Purbalingga baik-baik saja.......................Saya tahu banyak yang disembunyikan dan tersembunyi dari begitu banyaknya prestasi yang telah diraih. Sekali lagi semoga Purbalingga baik-baik saja.....................

Saturday, August 22, 2009

kampung kelinci sumampir (1)

Berawal dari sebuah pemikiran sederhana untuk membangun kesederhanaan konsep dan aksi pemberdayaan rakyat di Desa Sumampir, pemikiran kampung kelinci sumampir bergulir apa adanya. Seperti halnya air, konsep itu mencoba mencari daerah terendah tanpa harus diberi perintah, sistem alam dikelola untuk selalu membantunya.

Sekarang, Alhamdulillah telah ribuan kelinci ada di sumampir.......
Menghasil warna cerita yang sangat luar biasa banyaknya. Terimakasih Dinsosnakertrans Kabupaten Purbalingga yang telah sangat memfasilitasi melalui Padat Karya Produktif Tahun 2009.! (Pak Narto, Pak Ugi, Pak Giyatno, Pak Mamiek, Pak Sugeng, Pak Agus Win.)

Wednesday, August 12, 2009

untuk sebuah desa bernama sumampir

mencintai tak perlu harus memuji....
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com